.

.

Rabu, 26 Juni 2013

Aku Mau Bicara Soal Musik

Aku mau bicara soal musik
Tentu saja bagi penggemar musik

Di mana-mana di atas dunia
Banyak orang bermain musik
Bermacam-macam itu jenis musik
Dari yang pop sampai klasik

Musik yang kami perdengarkan
Musik yang berirama Melayu
Siapa suka mari dengarkan
Yang tak suka boleh berlalu
Seperti penggalan lirik lagu di atas, kali ini saya pun mau bicara hal yang sama. Tentang sebuah pernik yang membuat geliat dunia semakin asyik. Tanpa hadirnya, dunia seakan mati rasa. Sebab, bisa dipastikan hampir setiap manusia pernah menikmati atau bahkan memainkannya. Itulah musik, mahakarya Illahi bagi para penghuni bumi.

Tak jelas sejak kapan musik itu ada. Mungkin saja ada sejak munculnya peradaban manusia. Meski diawal musik hanya dijadikan semacam "bahasa" untuk berkomunikasi dengan dewa-dewa mereka. Namun, seiring kemajuan jaman, musik lalu berkembang dan difungsikan di berbagai aspek kehidupan.

Sebagai media hiburan? ya musik itu identik dengan dunia hiburan. Tanpa iringan musik, seorang Michael Jakson mungkin akan nampak aneh saat melakukan aksi di atas panggungnya. Apa jadinya film horor jika tak dikemas dengan bumbu musik di dalamnya? Hmm, saya rasa para penonton justru akan tertawa saat pocong muncul tanpa efek musik horornya. Ya, itulah musik, begitu penting dan sangat dibutuhkan dalam dunia hiburan. Bahkan saya yakin semua akan mengamini jika musik itu adalah hiburan.

Tak hanya sebatas hiburan saja, musik juga berfungsi banyak hal dalam kehidupan kita. Sebagai media pemersatu bangsa  lewat  lagu kebangsaan di berbagai belahan dunia. Menjadi semacam identitas golongan lewat berbagai macam mars. Juga sebagai media penyampai pesan sekaligus media ekspresi bagi seseorang. Lihat saja blog ini, mungkin  tiada pernah ada andai saya tiada pernah mengenal musik.

Jika ditanya apa sih musik yang asyik itu menurut versi saya? Menurut saya pada dasarnya semua jenis musik itu asyik. Hanya soal selera indera dengar saja dan kebiasaan mengulang-ulang saat menikmatinya. Dulu saya sama sekali tak tertarik dengan musik keroncong, tapi lambat laun menjadi suka. Alasannya sederhana, sebab hampir tiap pagi bapak memutar di tape kasetnya. Mau tidak mau, suka tidak suka kuping saya pun kecipratan mendengarnya. Hingga terbiasa lalu menjadi suka. Ibarat sebuah makanan, jangan terburu  dimuntahkan jika lidah anda belum benar-benar merasakan. Demikian pula dengan musik, jangan buru-buru bilang tak suka, jika radar dengar anda belum benar-benar menangkap sinyal iramanya.

Lantas, bagaimana halnya dengan dangdut? Hohoho, jelas dong ah, namanya saja LAdangduters. Bukan, saya bukanlah penikmat musik dangdut jaman sekarang. Tapi, pencinta musik dangdut lama. Dangdut yang saat didengar  kapan saja tak membuat bosan telinga. Sebab, musik yang asyik itu menurut saya bukanlah musik musiman, tapi musik yang tak lekang dimakan jaman.

Musik yang asyik itu adalah musik yang sanggup menghipnotis pendengarnya untuk berbuat sesuatu yang positif. Meski liriknya sederhana tapi tak membuat pendengar berpikir mblarah kemana-mana. Yah, tidak kampungan dan berputar-putar di area selangkangan. Sebab, musik itu juga salah satu pembentuk kepribadian seseorang. Cadas, tapi tak mempengaruhi pendengarnya berperilaku beringas. Mellow tapi tidak membuat semangat menjadi slow.  Isi boleh patah hati, tapi menjadi semacam terapi untuk bangkit agar tak jatuh dan terjatuh lagi. Itulah definisi musik yang asyik menurut saya.

Dangduters, musik mungkin tak akan pernah bisa dipisahkan dalam kehidupan saya. Bahkan hingga kiamat nanti  dangdut  tetap akan saya gemari. Lantas, apa kira-kira musik yang asyik menurut anda? Apakah musik dangdut seperti saya ? Atau justru anda tak suka? Jika itu benar adanya, Hmm sungguh..sungguh itu terla...lu hahaha. Tapi sudahlah,  kata Rhoma Irama, lain kepala lain pula kesenangan pada musiknya. Jadi nikmati saja perbedaan citarasa pada musik tanpa harus saling mengusik.

Salam Dangdut  !


Artikel ini menyemarakkan Lomba Menulis Blog “Musik yang Asyik”

10 comments :

  1. musik dangdut memang "terlalu" asyik dinikmati, membuat terlena..:) semoga sukses tulisannya..Hidup dangdut, musik asli Indonesia

    http://seputarhotel.blogspot.com/2013/06/musik-yang-asyik-itu-solusi.html

    BalasHapus
  2. Satu kata dan selalu hidup untuk musik dangdut kang. Hidup dangdut ! He,,,he,,, he,,,

    Sukses acara kontesnya kang.

    Salam wisata

    BalasHapus
  3. Haha, kembali membaca tulisan ini mengingatkanku saat dulu masih berkecimpung di dunia tarik suara.

    Goyang bang....

    Sukses ngontesnya.

    BalasHapus
  4. saya suka semua aliran musik..yang penting bisa mengibur...karena musik itu universal...
    selamat berlomba,,,semoga menjadi salah satu yang terbaik...salam :-)

    BalasHapus
  5. sebetulnya sy gak suka musik dangdut, tp kalo lg mampir kesini sy ikutan joget dangdut, deh. Apalagi chicken little juga kayaknya lagi joget hehe

    BalasHapus
  6. Memang dangdut lama lebih kaya dan bagus kedengarannya mas

    BalasHapus
  7. apa kabar mas ? lama amat nggak ada cerita baru ya ?

    BalasHapus
  8. hadir lagi sambil bergoyang dangdut..ahaaayyy :-)

    BalasHapus
  9. Musiknya gak perlu dangdut ya, Om? :P

    BalasHapus
  10. saya suka mendengarkan musik dangdut mas.. tp kenapa klo mau ikutan goyang malah kayak robot ya :D

    BalasHapus